Danau Toba Diterpa Isu Adanya Lintah dan Kutu, Wisatawan Mengaku Nyaman-nyaman Saja

gudang berita liga99- MEDAN.com, RAYADaya tarik pesona Danau Toba sebagai destinasi wisata air, panorama alam, yang memiki khas keragaman budaya masih jadi pilihan wisatawan dari berbagai daerah.

Sejumlah wisatawan yang ditemui tribun-medan.com di beberapa titik lokasi danau mengaku tak terpengaruh dengan adanya pemberitaan isu adanya lintah dan kutu di air danau.

Beberapa wisatawan, di antaranya bahkan sudah mengetahui saban tahun soal lintah dan kutu yang menyebabkan gatal-gatal dan mengkhawatirkan terhadap kenyamanan kesehatan.

“Ya menurut saya aman-aman saja. Ya nyaman-nyaman saja kok mandi-mandi. Ya namanya wisata pemandian ya wajib mandi kalau ke Danau Toba. Soal itu (lintah air) saya tahu ada itu, tapi kan gak di semua tempat adanya. Namanya juga di alam bebas ya masih aman-aman saja lah,” kata Riki Satriawan, wisatawan domestik asal Tanjungmorawa yang mandi di satu titik lokasi pemandian dekat dengan Pesanggerahan Istana Presiden Soekarno.

Wisatawan Siantar, D Tarigan yang ditemui tak jauh dari Pesanggerahan Istana Presiden Soekarno, tepatnya di areal danau yang merupakan bebatuan di perairan dangkal mengaku sudah melihat langsung lintah di air. Namun dirinya menganggapbadanya hewan air adalah hal biasa.

“Ini saya lagi lihat lintah benar ada di bebatuan, tapi yang di areal lainnya yang banyak tempat penyedia jasa tenda airnya bersih kok, masih banyak orang nyaman mandi di danau, lintah kayaknya cuma di bebatuan. Lagian namanya alam bebas wajar lah ada hewan-hewan liar. Tapi kalau yang soal di dasar danau yang katanya banyak sisa limbah ikan dan ternak babi, itu harus perlu perhatian dan penindakan pemerintah. Apalagi Danau Toba mau dijadikan Monaco of Asia,” beber D Tarigan.

Endang Rukmansyah, Wisatawan Tonghoa asal Medan berwisata bersama keluarganya asal Pantailabu. Bersama kelurga besarnya ini Endang dan keluarga mengaku tak khawarir dengan adanya isu lintah dan air. Bahkan disebutnya sudah mulai ada perubahan penataan danau.

Sudah lama gak kemari. Ini dalam rangka libur suasana imlek ke mari. Saya lihat ada perubahan, Danau Toba lebih indah. Kalau isu lintah itu sudah dengar, tapi ini baru mandikan adek bayi ini aman-aman saja. Tapi perlu juga lah kebersihan danau ditingkatkan dan petugas juga ditambah,” jelasnya.

Sementara Torang, Koordinator Basarnas yang tinggal di kawasan Danau Toba mengungkapkan tidak terlalu mempermasalahkan adanya isu lintah. Bahkan Torang mengkhawatir adanya isu lintah berdampak pada kunjungan wisatawan. Dalam hal ini dia berharap ada upaya pemerintah dalam kebersihan danau atau kawasan lainnya.

“Saya lebih memperhatikan kebersihan kawasan di kawasan danau toba di darat. Kalau soal lintah saya gak mau menduga, kalau pun ada ya perlu perhatian juga. Tapi kawasan Danau Toba harapan saya soal sampah yang jauh lebih penting, kalau bisa per 50 meter ada tong sampah, tong sampah organik dan plastik. Itu bisa buat lebih nyaman,” pungkasnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s